JUST FOR YOU
Oleh: Tamma
Dirimu
teman terbaikku
Yang
mengerti yang kumau, yang kusuka, yang kubenci
Dan
dirimu satu yang terbaik
Yang
pernah aku miliki, saat ini, sampai nanti
Just for
you, I give you all my heart
I give
you all the sweetest things
Cause you’re
the one and the best I ever have
Just for
you, I give you all my love
I give
you all that I can give
Cause
you’re the one and the best I ever have
Just for
you…
Just For You—Dinda and Abdul (The Coffe Theory)
***
Moza’s Point of View
“Gue mau istirahat di kamar dulu,
Ga. Capek banget. Sekaligus gue mau rapihin barang bawaan gue. Sampai ketemu
nanti.” Aku berkata sambil tersenyum ramah pada Yoga serta melambaikan tangan
kananku yang sedang tidak memegang apa-apa.
Yoga membalas senyumanku lalu mengangguk.
Tangannya menarik koper berkulit hitam legam miliknya lalu dibawanya koper itu ke
dalam kamarnya. Ia membuka pintu itu dengan kunci yang tadi tersimpan di saku
kemeja warna biru polosnya. Sebelum menutup pintu, Yoga menyempatkan untuk
tersenyum padaku sekali lagi. Dari senyumannya saja dapat diketahui dengan
jelas kalau dia sedang merasa sangat-sangat kelelahan. Sama sepertiku, aku juga
benar-benar merasa lelah.